
Published Date: February 5, 2010
RATNAPURA, Sri Lanka (UCAN) — Para pekerja yang miskin di perkebunan teh dan karet berkabung atas kematian seorang misionaris Yesuit asal Italia yang bekerja selama 58 tahun di Sri Lanka dan yang dianggap “lebih penting dari Gandhi” bagi mereka.
Pastor Angelo Stefanizzi meninggal di Lewella, Kandy, pada 3 Februari karena sakit. Pemakamannya diadakan hari ini [5 Februari] pada jam 3.00 sore.
“Dia dianggap sebagai santo di antara para pekerja di perkebunan [teh dan karet],” kata SP Anthonimutthu, seorang pejabat yang berkoordinasi dengan etnis Tamil dari Caritas Sri Lanka. Dia mengenal Pastor Angelo lebih dari 30 tahun.
Bagi warga Tamil yang miskin, ia mengganti “Gandhi,” kata Anthonimutthu. “Dia melakukan banyak perjuangan yang menyakitkan untuk membebaskan mereka dari kemiskinan.”
Pastor Maria Anthony, provinsial Yesuit di Sri Lanka, mengatakan, “Kami kehilangan seorang misionaris veteran, seorang pria yang berjuang bagi masyarakat miskin. Dia siap bekerja di dalam kondisi yang tidak nyaman [dan] tidak pernah disuka hanya untuk mewujudkan kehidupan yang nyaman,” kata Pastor Anthony.
Imam yang fasih berbahasa Tamil, Sinhala, Latin, dan banyak bahasa Eropa lain itu sering berkhotbah dalam bahasa Tamil dan Sinhala.
Ia sering berjalan kaki ke perkebunan teh dan karet untuk menghabiskan waktu bersama para pekerja miskin yang berasal dari India yang sebagian besar Hindu itu.
Para pekerja perkebunan asal Tamil itu sangat kejam dieksploitasi oleh Inggris dan, setelah kemerdekaan, oleh majikan setempat. Mereka terus-menerus terlilit utang.
“Jasad dan tulangnya harus dimakamkan di tanah kami,” kata Edward Kumaragamage, seorang pekerja Kolping dan aktivis Kristen di sektor perkebunan.
Kumaragamage mengatakan, imam itu “berani untuk datang ketika mereka membutuhkan bantuan” saat terjadi kerusuhan-kerusuhan anti-Tamil tahun 1958 dan 1983.
Pastor Stefanizzi bergabung dalam Gerakan Kolping dan sangat terkesan oleh potensi gerakan itu untuk membantu dalam iman dan dalam pengembangan masyarakat.
Dia memulai berbagai Pusat Kolping dan mengembangkan kerja kelompok di sektor perkebunan.
Pada hari-hari terakhirnya, ia berada di Rumah Sakit Yesuit di Lewella, terkurung di kursi roda akibat arthritis.
Kini ada lima misionaris Yesuit yang berkarya di Sri Lanka.
Pastor Stefanizzi lahir di Matino Lecce, Italia, tahun 1919. Ia masuk novisiat Yesuit di Napoli tahun 1936 dan studi filsafat di Gallarate.
Setelah menjalani karya kerja di Bari, ia datang ke Kurseong di India untuk belajar teologi dan ditahbiskan menjadi imam di sana pada 21 November 1949. Setelah mempelajari bahasa Tamil, ia datang ke Ceylon, nama Sri Lanka waktu itu, tahun 1952.
SR08738.680b