
Published Date: February 5, 2010
MANILA (UCAN) — Uskup Agung Oscar Cruz, pejuang anti-perjudian, mengatakan, dia bertemu dengan Senator Panfilo Lacson sebelum politikus itu meninggalkan Filipina sebelum didakwa dengan kasus pembunuhan ganda.
Uskup Agung Cruz, wakil pengacara dalam Gereja Filipina, mengatakan bahwa ia bertemu Lacson di Intramuros, Manila, pada hari-hari menjelang kepergiannya dari Filipina di bulan Januari. Uskup agung itu mengatakan bahwa Lacson mengungkapkan rencana untuk melarikan diri, tapi tidak mengatakan ke mana ia pergi.
“Saya hanya mendengarkan dia dan saya percaya padanya,” kata Uskup Agung Cruz. Senator oposisi itu dikejar karena dituduh memerintahkan pembunuhan terhadap Salvador Dacer dan sopirnya Emmanuel Corbito pada November 2000. Dacer adalah pendukung keras presiden Joseph Estrada.
Ketika Dacer dan Corbito ditangkap, Lacson bertugas sebagai kepala Kepolisian Nasional di bawah Estrada. Sisa jenazah mereka yang sudah gosong kemudian ditemukan di sebuah ladang selatan Manila.
Para pejabat kepolisian yang menjadi tersangka dalam kasus itu mengatakan, Estrada memerintahkan pembunuhan itu beberapa pekan sebelum dia digulingkan.
Seorang saksi mengatakan kepada pengadilan impeachment pada tahun 2001 bahwa Dacer diculik karena tahu tentang berbagai aktivitas perjudian dari Best World Resources Corporation, sebuah perusahaan terkait dengan kampanye presiden Estrada, dan Philippine Amusement and Gaming Corporation. Estrada menepis tuduhan itu.
Pejabat Tinggi Polisi Cezar Mancao, Jr, sebelum diekstradisi dari Amerika Serikat mengeluarkan surat pernyataan pada Februari 2009 yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Lacson, bekas atasannya, memerintahkan pembunuhan-pembunuhan itu.
Biro Investigasi Nasional membuka kembali kasus pembunuhan itu setelah Mancao kembali pada Juni 2009 untuk memberi kesaksian dalam kasus ini. Lacson dihapus dari daftar kandidat untuk pemilihan umum presiden 10 Mei setelah Mancao tiba di Manila.
Menurut laporan, Lacson berangkat ke Hong Kong pada 5 Januari. Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan 3 Februari, Lacson menulis bahwa dia meninggalkan Filipina untuk menghindari “cercaan” dari Departemen Kehakiman (DOJ, Department of Justice) karena ada berbagai laporan bahwa ia akan ditangkap.
“Seperti sudah saya duga, cercaan oleh DOJ atas perintah Malacanang tidak akan pernah berhenti,” kata senator oposisi itu. Tuduhan terhadap dirinya merupakan bagian dari “balas dendam” kantor kepresidenan karena banyak mengekspos “korupsi” yang melibatkan Presiden Gloria Arroyo dan pemerintahannya, demikian Lacson.
Uskup Agung Cruz yakin akan klaim dari Lacson itu. “Saya tidak berpikir dia mampu melakukan apa yang dituduhkan kepadanya itu,” kata prelatus itu.
Sekretaris Eksekutif Eduardo Ermita mengatakan, kantor kepresidenan “tidak ada kaitannya” dengan apa yang dituduhkan kepada Lacson.
PR08740.680b